Waktu Belajar dalam Sistem Pendidikan Islam
Untuk menyelesaikan setiap materi pelajaran di masing-masing periode, sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur waktu belajar yang paling efektif untuk siswa. apakah hanya setengah hari kelas efektif, sampai ashar, ataukah menjelang maghrib (full day school). Dalam hal ini dibutuhkan kreatifitas dari guru dan sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang tidak monoton pada setiap sesi pembelajaran.
Ada waktu standart yang bisa dipakai sekolah untuk menetapkan waktu belajar. Waktu ini disandarkan pada kemampuan dan daya serap siswa untuk menerima materi. Secara umum, saat ini pun, dipakai waktu standart 40-45 menit setiap sesi/ jam pelajaran. Untuk membantu mere-fresh siswa, setiap antara 2 sesi sebaiknya diselingi dengan istirahat selama 5 menit. Terserah pada masing-masing pengajar, apakah waktu istirahat ini digunakan untuk ice breaking, atau membiarkan siswa untuk melakukan sesuatu (minum, ke belakang, dll).
Sebagai tambahan catatan, dari berbagai literatur yang ditemukan penulis, kebanyakan sekolah dalam sistem islam tidak menggunakan waktu jeda antara dhuhur dan ashar untuk kelas efektif. Mungkin, ini dari pengalaman, waktu-waktu ini kurang begitu efektif. Kebanyakan siswa merasa lelah dan mengantuk pada jam-jam ini. Sehingga bisa dipastikan tidak efektif bila diberikan materi pelajaran di dalam kelas. Selain itu terdapat hadits dari Rasulullah: ““Jadikanlah makan Sahur sebagai penguat untuk usaha di siang hari dan jadikanlah tidur siang sebagai penguat ibadah di malam hari” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Abi Asim dan Al hakim dari Ibnu Abbas dalam kitab Kasyful Khaafaa, juz I:199).
Dalam bayangan penulis, waktu jeda itu memang sebaiknya dijadikan sebagai waktu bebas bagi siswa. Bagi yang memiliki kemampuan kurang (baik dari aspek fisik ataupun intelektual) mereka bisa memanfaatkan waktu itu untuk istirahat, sehingga bisa fresh untuk menerima materi lagi pada sore harinya. Sedangkan bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih, mereka bisa mengoptimalkan kemampuan mereka dengan menggali ilmu di perpustakaan. Oleh karena itu, penting diperhatikan kualitas dan kuantitas buku-buku yang ada di sana, agar siswa benar-benar bisa mengoptimalkan kemampuannya. Bahkan jika perlu, negara wajib menyediakan taman-taman dalam sekolah yang bisa membantu konsentrasi belajar siswa.
Silakan Memberi Komentar leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.



Comments
No comments yet.
Leave a comment